Tampilkan postingan dengan label Bilangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bilangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Mei 2021

bersama


Untuk setiap orang, kebersamaan mempunyai arti yang berbeda-beda. Ada kalanya segala hal yang membuat orang bahagia akan menjadi tidak berarti lagi jika tanpa ada kebersamaan. Seandainya seluruh dunia dan juga isinya mampu menggantikan kebersamaan niscaya semua orang akan berebut untuk mengusahakannya, namun tidak bisa. Hal ini menandakan saking pentingnya dan berharganya kebersamaan itu. Maka jangan heran ada orang yang bahagia tanpa harta dan juga ada yang punya harta namun tak pernah bahagia.

Lebaran tahun ini, kita sedih melihat ada yang tak bisa membersamai di hari fitri. Mungkin bagi yang merasakannya, rasanya seperti himpunan bilangan cacah tanpa nol. Bilangan cacah tidak akan menjadi bilangan cacah jika tidak ada bilangan nol. Seperti itulah kira-kira yang dirasakan sebuah keluarga yang menunggu kedatangan anggota keluarganya yang lain. Lebaran tahun ini memanglah beda dari lebaran tahun-tahun sebelumnya, lebaran ini seakan hampa tanpa kebersamaan. Meskipun bisa sedikit terobati dengan temu virtual, namun air mata tetap menetes pertanda kesedihan itu masih belum hilang.

Bersyukurlah bagi kita yang masih merasakan kebersamaan. Bagi saat ini yang tidak merasakannya, kebersamaan itu mahal adanya. Bagi yang sedang bersedih tahun ini tidak menemukan kebersamaan, masih ada harapan entah tahun depan atau entah kapan bisa menjumpai kebersamaan. Kebersamaannya itu hanya ditunda untuk sementara. Bagi orang yang merasa kebersamaan itu sudah tak mungkin lagi dirasa, tenanglah masih ada banyak kebahagian yang bisa menggantinya. Teruslah bahagia sampai akhirnya kebersamaan itu tercipta kelak lewat jalan surga.

 

Sabtu, 11 Juli 2020

3 Tips menyambut tahun ajaran baru 2020/2021


Tak terasa tahun ajaran baru 2020/2021 akan segera dimulai. Tahun ini akan berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya. Pelaksanaan pembelajaran dengan konsep daring dan ditambah kehadiran  Covid – 19 menjadikan tahun ajaran ini istimewa. Guru dan siswa sebagai pelaku utama dalam pembelajaran daring membutuhkan dukungan dari semua pihak agar ketercapaian tujuan pembelajaran terlaksana. Selain dukungan  perangkat IT, dukungan dapat diberikan dalam bentuk motivasi dan semangat untuk memperkuat mental mereka. Dengan mental yang kuat, harapan dan cita – cita mereka akan dapat bertahan ditengah masalah dan keterbatasan yang melanda.

Dukungan guru berdasi untuk para guru dan siswa dalam menghadapi tahun ajaran baru 2020/2021 dengan mengambil hikmah dari angka nol :

1.   “tahun ajaran baru” artinya 0, 0 itu adalah bilangan yang wujudnya ada tapi nilainya tidak ada. Apabila nol ditambahkan dengan bilangan yang lain tidak akan merubah bilangan tersebut. Begitulah mestinya sikap kita saat menghadapi tahun ajaran baru, pasti banyak kenangan baik atau kenangan buruk yang sudah kita jalani. Jangan sampai kenangan itu menjadi penghambat kita ditahun ajaran yang baru. Posisikan kenangan tersebut menjadi kenangan saja dan jangan sampai terlena dengan kenangan tersebut. Kosongkan semuanya, sambut tahun ajaran baru dengan semangat yang baru dan tenaga yang baru. Sehingga, dengan semangat dan tenaga yang baru kita akan dapat mencapai target – target baru yang lebih baik dari target sebelumnya.

2.   “tahun ajaran baru” artinya lebih baik dari “kemarin”, munculnya angka 0 memudahkan penulisan bilangan yang nilainya besar. Dulu ketika menuliskan 80 dengan angka romawi membutuhkan 4 “digit” symbol (80 = LXXX). Dengan hadirnya 0, menuliskan 80 hanya menggunakan dua digit symbol yaitu 8 dan 0. Dengan hanya menambahkan jumlah anka nol dibelakang delapan, nilainya akan menjadi besar berkali – kali lipat (80 menjadi 800). Saat memasuki tahun ajaran baru kita harus berupaya lebih baik dari tahun sebelumnya. Kalau bisa harus meningkat berkali – kali lipat dari capaian sudah kita laksanakan di tahun sebelumnya.

3. “tahun ajaran baru” artinya kesempatan untuk berubah (hijrah) masih ada, bersyukurlah jika masih punya kesempatan memasuki tahun ajaran baru. Artinya, apabila di tahun ajaran sebelumnya banyak hal negatif yang kita lakukan,tahun ajaran baru memberikan kita kesempatan untuk ber – hijrah dari prilaku negatif berubah menjadi positif. Seperti angka nol yang menjadi penengah antara bilangan negatif dan positif, apabila dari bilangan negatif ingin berpindah ke bilangan positif harus melewati angka nol.

Itulah 3 tips yang diambil dari angka nol untuk para siswa dan guru agar dapat sukses di tahun ajaran 2020/2021. Mengutip kata – kata bang Aad (Master of training Masjid Salman ITB 2019) “jadilah kamu penuntut ilmu bukan pencari ilmu apalagi disuapi ilmu”. Tetap semangat dalam belajar, terus produktif nanti juga akan sukses sendiri. Salam dari guru berdasi...


Minggu, 28 Juni 2020

Tips self healing ala guru matematika


Kali ini akan dibahas bagaimana caranya agar dapat mengatasi hati yang futur atau biasa disebutnya down. Futur atau down itu adalah keadaan dimana seseorang sedang malas untuk melakukan apapun dan tidak mempunyai semangat untuk melakukan aktifitas-aktifitas keseharianya. Futur bisa muncul dari berbagai faktor dan biasanya setiap orang berbeda – beda penyebabnya. Ketika seseorang sedang futur, maka akan sangat merugikan bagi dirinya sendiri maupun lingkungan di sekiarnya. Dia menjadi tidak produktif dan memiliki aura yang negatif. Hal inimenyebabkan orang disekitarnya menjadi enggan untuk mendekatinya.

Mungkin bagi yang sudah pernah merasakan dan sudah berhasil untuk mengatasi hal tersebut, kamu hebat. Bagi yang belum pernah merasakan (jika ada) atau malah yang sekarang sedang merasa down semoga tulisan ini dapat membantu. Pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah menyadari bahwa futur atau down adalah manusiawi, yang pasti semua orang pasti pernah merasakannya. Jangan pernah berfikiran bahwa hanya kamu di dunia ini yang merasakan dan jangan merasa bahwa kamu adalah orang yang paling ngenes sedunia. Ingat, bahwasanya dengan berfikir seperti itu minimal kamu tidak memunculkan rasa menuntut orang lain untuk mengasihanimu dan memperhatikanmu.

Segala hal negatif adalah penyebab  rasa tidak nyaman dalam dirimu. Artinya pada saat kamu down, dirimu sedang didominasi oleh hal-hal negatif. Layaknya bilangan negatif agar menjadi netral perlu ditambahkan bilangan positif. Ketika sedang down hal selanjutnya yang dilakukan adalah sebisa mungkin menambah sebanyak-banyaknya hal positif kedalam diri. Hal positif akan menekan kenegatifan yang menjadikan orang merasa futur. Banyak hal positif yang bisa dilakukan, sekedar hanya mengobrol ringan dengan orang terdekat saja kadang bisa langsung menambahkan moodbuster. Yang terpenting adalah ketika merasakan futur, selalu narasikan diri kamu pada hal – hal positif, karena hal itu lah yang menjadi obat paling mujarab futur.

Ketika bilangan negatif ditambah dengan bilangan negatif hasilnya pasti akan semakin negatif. Terkadang ketika seseorang merasakan sakit maka kebanyakan yang keluar adalah pikiran negatif. Hal ini disebabkan pikirannya yang selalu meratapi rasa sakit yang sedang dirasakan. Seharusnya jangan pernah seperti itu, karena satu – satunya cara menghilangkan hal negatif adalah dengan cara menambahkan hal positif. Maka kapanpun saat sedang merasakan kesulitan, pastikan juga akan melakukan kebaikan sebesar rasa kesulitan itu. Porsi positif yang dilakukan haruslah sebesar kegundahan yang sedang dirasakan. Lebih – lebih jika dapat memberikan hal positif lebih banyak dari rasa sakit yang dirasakan. Jika berhasil seperti itu artinya kamu adalah orang yang hebat. kamu tidak hanya akan sembuh dari penyakit futur, tapi juga dapat menjadi lebih produktif dan progresif.      


Minggu, 31 Mei 2020

Mengapa sebelum bagaimana


Dalam masa learning from home yang masih berjalan hingga hari ini, kebanyakan orang menghabiskan waktunya untuk beraktifitas di dunia online seperti mengikuti webinar, rapat online, mengikuti kursus online dan lain sebagainya. Namun tidak sedikit pula yang menghabiskan waktunya untuk aktifitas-aktifitas yang lain seperti main game, chating, nonton film dan sebagainya. Tidak masalah orang mau memilih menghabiskan waktunya untuk melakukan aktifitas yang pertama maupun yang kedua. Setiap manusia punya pilihan masing - masing dan masa depan manusia khakekatnya adalah kumpulan dari pilihan – pilihan yang telah ia pilih sebelumnya.

Seorang koki akan memasak berdasarkan bahan makanan apa yang ada di dapurnya. Jika di dalam dapurnya hanya ada bawang, sayur bayam dan tomat maka yang dapat dibuat oleh koki tersebut adalah sayur bening. Dengan bahan makanan yang ada di dapurnya koki tersebut tidak mungkin sang koki dapat membuat mie ayam. Koki itu ibarat diri kita sedangkan bahan makanan adalah pilihan – pilihan yang ada dalam hidup kita. Seperti sang koki yang hanya bisa memasak makanan berdasarkan apa yang ada di dapurnya. Seperti itu pula ketika seseorang ingin menjadi sesuatu di masa depannya akan sangat bergantung pada pilihan - pilihan yang telah ia pilih sebelumnya. Maka yang lebih dulu dilakukan adalah menentukan ingin menjadi apa ia di masa depan baru bisa menentukan pilihan – pilihan yang sesuai dengan apa yang menjadi keinginannya. Sebaliknya, jika seandainya ia sudah menentukan ingin menjadi apa ia di masa depan namun pilihan – pilihan yang dipilihnya tidak sesuai untuk mewujudkan pilihan itu maka sampai kapanpun keinginannya tidak akan terwujud.

Bilangan prima adalah bilangan yang hanya bisa dibagi oleh dirinya sendiri dan 1. Contohnya adalah bilangan 37 tidak akan bisa dibagi oleh bilangan selain bilangan 37 dan 1. berapapun bilangan yang membagi 37 pasti tidak akan bisa membagi dengan sempurna jika tidak dibagi bilangan 37 dan 1. Kita harus mengetahui terlebih dahulu berapa bilangan prima yang akan kita bagi sehingga kita dapat membaginya dengan sempurna menggunakan bilangan itu sendiri dan 1. Begitu juga  agar kita bisa menghabiskan waktu hidup kita dengan sempurna maka kita harus tahu dulu apa tujuan hidup kita sehingga kita tidak salah memilih pilihan untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Sebelum bertanya bagaimana harusnya terlebih dahulu bertanya mengapa. Kebanyakan orang bisanya lebih memperhatikan cara atau mekanismenya tanpa tahu tujuannya seperti apa. Di dunia pendidikan misalkan siswa diajarkan bagaimana cara menghitung rumus luas persegi namun kebanyakan siswa masih belum mengetahui mengapa rumus persegi adalah sisi x sisi. Hal ini juga terbawa dalam kehidupan, kita banyak melakukan kegiatan, mengikuti seminar, banyak berorganisasi dan lain sebagainya namun tidak tahu tujuan hidupnya seperti apa. Mari berhenti sejenak untuk kita memaknai hidup kita terlebih dahulu. Maknai hidupmu temukan rahasia tuhan memberikan kehidupan yang indah ini kepada dirimu.

Minggu, 17 Mei 2020

Bilangan paling sukses


Bilangan yang paling sukses adalah bilangan ex . bilangan ex  walaupun diturunkan berkali-kali hasilnya akan tetap ex. Merujuk pada kurikulum 2013, pembahasan turunan menjadi salah satu pembahasan pada pelajaran matematika kelas XI SMA. Biasanya setiap bilangan jika diturunkan akan berubah bentuk dan nilainya. Contohnya, x2 jika diturunkan satu kali maka hasilnya adalah 2x. Namun hal ini tidak berlaku pada bilangan ex. Hasil dari turunan pertama ex akan tetap ex . Bahkan jika harus diturunkan untuk kedua kalinya, ketiga, keempat atau kesekian kalipun hasilnya akan tetap konsisten ex. Andaikan dibuatkan kisah tentang perjalanan bilangan ex akan sangat menginpirasi banyak orang karena kegigihannya.

Rata-rata kisah kesuksesan seseorang akan mempunyai alur cerita yang sama antara satu cerita dengan cerita yang lain. Berawal dari sebuah mimpi kemudian dalam usaha mewujudkan mimpi itu terdapat peristiwa dimana tokoh utama akan mengalami kegagalan. Pada cerita yang lain sang tokoh utama harus mengalami berkali-kali kegagalan sebelum akhirnya tokoh tersebut berhasil mendapatkan mimpinya. Ibarat orang yang konsisten terhadap mimpinya, bilangan ex yang diturunkan berkali-kali hasilnya pasti akan tetap konsisten ex tidak akan pernah berubah. Begitulah mental orang-orang sukses jika mereka mengalami kegagalan, mereka tidak akan menyerah memperjuangkan apa nyang menjadi impiannya.

Agar mengalami jatuh atau kegagalan berkali-kali seseorang harus keluar dari zona nyaman mereka terlebih dahulu. Contoh, Soichiro Honda tidak akan bisa menciptakan sepeda motor jika tidak memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang bengkel dan beralih membuat pabrik sendiri. Rasullah SAW harus keluar dari kampung halamannya (makkah al mukarromah) untuk kemudian dakwah islam dapat tersebar luas seperti sekarang ini. Keluar dari zona nyaman bagi orang-orang sukses adalah langkah awal sebelum apapun. Setelah keluar dari zona nyaman baru seseorang akan mengalami kegagalan dan jatuh berkali-kali dalam usahanya menggapai mimpinya. Tanpa kegagalan seseorang tidaka akan pernah merasakan bangkit dari keterperukan.

Dari sini saya mulai paham arti dari kata-kata “motivasi terbaik ada pada diri anda sendiri”. Setiap orang sebenarnya memiliki insting menjadi orang yang sukses. Mengapa demikian? Karena menjadi sukses berdasarkan uraian diatas adalah tetap menjadi diri sendiri walaupun mengalami kegagalan berkali-kali. maka yang perlu dilakukan adalah keluarlah dari zona nyamanmu agar kau temukan kesulitan dan keterbatasanmu. Saat kamu ditimpa kegagalan kamu tetap jadi dirimu sendiri, maka kamu sudah sesuai dengan fitrah kesuksesan manusia. Jadilah seperti ex , walaupun diturunkan berkali-kali tidak berpengaruh apa-apa terhadap dirinya.


Kamis, 07 Mei 2020

Eksponen Usaha Dan Doa


Pernah gak kita berusaha mati-matian untuk mewujudkan impian kita?sampai sekarang, berapa banyak mimpi kita yang berhasil kita wujudkan dan berapa banyak yang gagal? Pasti sangat menyenangkan saat mimpi yang kita rancang dan perjuangkan dapat terwujud. Ya, bermimpi adalah kekuatan luar biasa yang diberikan Allah SWT kepada setiap manusia. Garry Kasparov seorang mantan Chess Grandmaster pernah mengatakan bahwa tidak usah takut jika di masa depan manusia diprediksi akan dikalahkan oleh robot, karena manusia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh robot yaitu mimpi.

Faktanya, tidak semua mimpi yang dimiliki manusia dapat terwujud. Dady Corbuzier membedakan antara mimpi (dream) dengan goal. Mimpi itu sebuah keinginan saja kalau goal keinginan yang sudah mempunyai schedule usaha untuk mewujudkannya. Dalam islam kita kenal dengan istilah ikhtiar dan tawakal atau dalam bahasa kita disebut dengan usaha dan doa. Penting bahwasanya menghadirkan doa disetiap usaha yang kita lakukan. Ibarat kita yang mengirimkan proposal permohonan dana ke perusahaan, proposal kita harus jelas dan menarik sehingga dapat diterima oleh perusahaan yang kita kirim. Namun, sebaik-baik proposal yang kita buat jika perusahaan tersebut menolak maka keinginan kita untuk mendapatkan dana dari perusahaan itu tidak pernah terwujud. Usaha seperti proposal kita sedangkan doa adalah sarana kita untuk mendekati allah yang memutuskan apakah proposal kita ditolak atau diterima.

Nah.. di matematika seperti yang kita ketahui bahwa terdapat topik pembahasan eksponen. Misalkan a dan n merupakan bilangan real sehingga jika an = a x a x a x … x a sebanyak n kali. a disebut dengan basis dan n disebut dengan eksponen atau pangkat. Contohnya 23 = 2 x 2 x 2 = 8 dsb. Ada beberapa kondisi khusus yang terdapat dalam eksponen contohnya seperti semua bilangan jika dipangkatkan 0 hasilnya satu atau a0 = 1. Dan juga untuk semua bilangan yang dipangkatkan dengan pangkat negatif hasilnya akan selalu 1/hasil dari perpangkatan itu atau a-n = 1/an.

Usaha dan doa yang kita lakukan itu mirip sekali dengan topik eksponen ini. Basis itu ibarat usaha kita dan eksponen atau pangkat itu sebagai doa kita. Jika usaha kita dibarengi dengan memperbanyak doa maka hasilnya akan berlipat-lipat dari apa yang kita usahakan. Dalam Eksponen, semakin besar pangkatnya maka akan semakin besar hasil yang kita dapatkan. Sedangkan, Kalau usaha tidak dibarengi sama sekali dengan doa atau pangkat yang kita miliki nilainya 0, maka berapapun usaha kita hasilnya tidak akan lebih besar dari usaha yang dibarengi dengan doa. Bisa jadi hasil yang kita dapatkan jauh lebih kecil dari usaha yang telah kita lakukan (Rugi). Apalagi kalau misalkan usaha kita dibarengi dengan prilaku negatif kepada Allah SWT. Seperti eksponen, jika pangkat kita negatif hasilnya adalah 1/hasil dari pangkat itu. Artinya, hasil dari pangkat yang negatif itu pasti dibawah atau gagal.

Hendaklah kita menghadirkan Allah disetiap usaha yang kita lakukan. Kuasa kita itu hanyalah perencana sedangkan Allah yang memutuskan apakah rencana kita diterima atau tidak. Semakin banyak kita hadirkan Allah dalam usaha kita maka semakin besar hasil yang kita dapat. Hasil yang besar tidak selalu bermakna apa yang kita impikan tercapai, tapi suatu saat mungkin mimpi kita tidak dapat terealisasi namun dikarenakan kita selalu menghadirkan Allah dalam usaha kita, Allah berikan kita kegagalan karena Allah punya rencana yang jauh lebih baik dari apa yang kita rencanakan. Adakah yang lebih baik dari pada rencana Allah?

 

 


Senin, 26 Maret 2018

Konsep Ketakhinggaan


            Salah satu pembahasan dalam ilmu matematika adalah konsep ketakhinggaan. Dimana konsep ini dapat membuktikan bahwa akal manusia itu terbatas. Simak ilustrasi berikut ini : Misalkan, 0/0 = tak hingga, mengapa? Karena Semua angka yang dikalikan dengan 0 hasilnya tak hingga, misalkan 1,2,3,4,5,...... x 0 = 0. Titik-titik tersebut untuk menggambarkan masih ada angka lagi setelah angka 5 baik itu 6 , 60, 100, 1000, 10.000 dan seterusnya sampai tak berhingga itulah yang dinamakan konsep ketakhinggaan.
Untuk menggambarkan keadaan tersebut sampai sekarang manusia tidak dapat mengimplementasikan bilangan tak hingga tersebut akan berahir dimana. Ini yang membuktikan ilmu pengetahuan manusia mempunyai keterbatasan yang banyak dan juga manusia masih ada yang mengedepankan akalnya. Mereka memilih tidak mempercayai tuhan. Padahal kecerdasan yang mereka bangga-banggakan itu hakekatnya terbatas dan sangat kurang jika dibandingkan dengan kuasa tuhan.
Apalah artinya ilmu pengetahuan jika tidak diiringi dengan iman. Banyak ilmuan di dunia ini yang mempunyai kecerdasan intelektual yang tinggi namun rendah kadar keimanannya. Ilmu yang mereka miliki digunakan untuk tujuan yang bersifat duniawi dan hanya memuaskan nafsunya semata. Akibatnya, kerusakan dan kejahatan masih banyak terjadi di bumi kita tercinta ini padahal teknologi dan ilmu pengetahuannya berkembang pesat.
Jika kita bandingkan zaman kita sekarang ini dengan zaman para sahabat-sahabat nabi dulu akan timbul perbedaan yang sangat signifikan. Mereka tinggal dilingkungan jahiliyyah dimana ilmu pengetahuan saat itu diposisi paling rendah dalam kehidupannya. Otomatis jika ilmu pengetahuan tidak berkembang maka teknologi yang memudahkan urusan kita tidak mungkin ada. Namun, mengapa mereka tetap bahagia walaupun harus berjalan ber mil-mil dibawah terik matahari dan diatas pasir pinggiran arab yang membakar  untuk memenuhi perintah allah dan rasulnya? Saat itu pula tidak ada yang saling berperang karena menperebutkan makanan malah sebaliknya, mereka merelakan saudaranya untuk makan meskipun keadaannya sedang sekarat karena kelaparan.  
Rahasianya adalah iman. Walaupun mereka tertinggal dalam segi ilmu pengetahuan dan teknologi namun mereka mempunyai iman yang membuatnya selalu bahagia. Imanlah yang membuat rasa lapar mereka menjadi nikmat, rasa panas saat mereka berjalan dipadang pasir menjadi nikmat dan kelak iman itulan yang menjadikan mereka berilmu dan mempunyai teknologi sangat canggih pada zamannya.
Kini ilmu pengetahuan dan teknologi telah didapatkan namun iman masih kurang dalam kedua hal ini. Apalagi mereka yang kini memiliki kedudukan sebagai negara adidaya yang teknologinya tercanggih dimuka bumi ini namun mereka tidak punya iman dihatinya. ingatlah secanggih-canggihnya teknologi dan ilmu pengetahuan mereka tidak akan dapat mengalahkan Allah yang menganugrahkan teknologi tercanggih yang pernah dimiliki manusia yaitu akal dan keimanan. Maka, selalu iringi ilmu pengetahuan dengan iman agar allah memberikan nikmatnya dari arah yang tidak disangka-sangka.
                                                                                                                Suabaya, 26 Maret 2018

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM PRAMUKA: MENGGUNAKAN METODE YANG RELEVAN

Pembelajaran berdiferensiasi adalah strategi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan beragam siswa, dan gerakan pramuka menawarkan berbagai ...