Senin, 28 Desember 2020

INTEGRAL BUMI DAN LANGIT

 



Awal sejerah kehidupan manusia adalah di akhirat. Nabi adam a.s sebagai manusia pertama yang diciptakan tuhan diberikan fasilitas penuh saat hidup di akhirat. Tuhan pun menciptakan hawa sebagai pasangan hidup nabi adam. Suatu saat allah mengeluarkan nabi adam dan Siti Hawa dari surga untuk kemudian dijadikan sebagai “khalifah” di muka bumi. Dari nabi adam dan hawa itulah gen manusia terus berkembang sampai pada kita generasi penerus nabi adam dan hawa. Manusia di dunia tidak hidup selamanya, ada yang kita yakini yaitu bahwa setiap manusia yang hidup pasti akan merasakan kematian.  Dan kematian itulah sebagai pintu awal menuju “tempat asal” manusia yang sesungguhnya yaitu akhirat.

Dalam matematika fungsi derivative (fungsi hasil turunan) akan kembal ke fungsi aslinya jika di integralkan. Integral disebut juga sebagai anti turunan dikarenakan integral dapat mengembalikan fungsi hasil turunan kembali ke fungsi asalnya. Apabila dituliskan kedalam symbol matematika akan menjadi seperti berikut. Suatu F(x) merupakan fungsi hasil turunan f'(x) sedemikian hingga integral F(x) dx = f(x) + C . kenapa ada +C nya? C adalah simbol untuk mewakili sebarang konstanta yang “hilang” akibat proses diferensiasi. Misalkan f(x) = 2x + 1 jika diturunkan maka f'(x) = 2. kemudian ada fungsi g(x) = 2x + 4 maka g'(x) = 2 nah, kedua fungsi tersebut memiliki fungsi direvatif yang sama yaitu 2, oleh karena itu apabila fungsi derevatif tersebut dikembalikan lagi ke fungsi semula dengan menggunakan integral harus menambahkan dengan + C untuk menandakan sebarang konstanta yang “hilang” integral 2 dx = 2x + C.

Jika diibaratkan hidup manusia itu seperti integral dari fungsi derevatif. Awalnya manusia diciptakan menjadi penduduk akhirat kemudian dipindahkan oleh tuhan menuju ke dunia untuk melanjutkan kehidupan disana. Namun, tuhan tidak berkehendak manusia hidup di dunia selamanya, tuhan memberikan kematian sebagai media awal untuk kembali ketempat asalnya yaitu akhirat. Seperti dalam matematika, yang menjadi fungsi direvatifnya adalah kelahiran, dan yang menjadi menjadi integral adalah kematian. Setiap muncul kehidupan baru pasti diawali dari proses kelahiran, lalu manusia menjalani hidup sesuai takdir yang digariskan tuhan sampai datang waktunya untuk kembali ketempat asalnya dengan kematian sebagai jalannya. Setelah menjalani kematian, manusia tidak hanya datang dengan dirinya sendiri melainkan datang Bersama dengan amal perbuatannya selama di dunia. Hal ini dalam matematika disimbolkan dengan +C, sedangkan di kehidupan sehari-hari dapat dimisalkan sebagai + amal perbuatan.

Sesimpel itu makna kehidupan bagi manusia, sesimpel integral fungsi derivatif.

Waallahualam…

 

Sabtu, 21 November 2020

dicintai dan mencintai

 

Ada sebuah kisah zaman dahulu tentang seorang laki-laki yang tampan rupawan, badannya tinggi dan penampilannya gagah. Dia setiap hari selalu menyempatkan diri untuk pergi ke danau yang terletak di tengah hutan. Danau tersebut sangat indah, airnya sangat jernih, disekitarnya dikelilingi oleh pepohonan yang rimbun kehijau-hijauan khas pegunungan. Kebiasaan laki-laki itu adalah melihat bayangannya sendiri dari pantulan air danau tersebut. Suatu hari laki-laki itu meninggal, semua penduduk hutan pun bersedih karena tidak bisa melihat laki-laki tampan nan rupawan itu lagi. Namun diantara kesedihan penduduk hutan, kesedihan yang paling berat dirasakan oleh danau. Ketika penduduk lain mencoba menghiburnya dengan berkata “kita tahu kalau kamu (danau) memanglah wajar jika sangat sedih atas kepergian laki-laki tersebut, jadi sabar ya”. “Lho, bukan begitu” jawab danau. Saya bersedih karena tidak bisa lagi melihat indahnya pemandangan diriku (danau) yang terpantul di bola mata dari laki-laki yang sering datang ke sini, aku malah tidak pernah tau bentuk dan wajah dari laki-laki itu.”

                Dari kisah tersebut, dua sejoli (danau dan laki-laki) yang kelihatannya sangat mesrah, belum tentu mereka saling mencintai satu diantara yang lain. Walaupun sering sekali mereka betemu dan saling pandang, ternyata masing-masing dari mereka hanya mengagumi diri mereka sendiri. Orang lain hanya dijadikan perantara (media) agar bisa lebih mencintai diri sendiri. Kadang kita juga sama, mencintai sesuatu namun hakekatnya kita hanya mencintai diri kita sendiri. Misalkan dalam konteks mencintai pekerjaan, Ketika kita mencintai pekerjaan maka kita akan mencurahkan segalanya untuk pekerjaan kita. Namun jika kita lanjutkan, setelah bekerja maka kita akan mendapatkan keuntungan yang itu kembali ke diri kita sendiri. Mencintai pekerjaan kita sama juga mencintai diri kita karena setelah bekerja kita akan mendapat keuntungan untuk diri kita sendiri. Tapi pernahkah pekerjaan kita itu merasa kalau kita mencintainya? Bagaimana caranya agar pekerjaan kita merasa dicintai? Itu hanya contoh dalam konteks pekerjaan, silahkan bisa dicari contoh yang lain khususnya dalam konteks mencintai seseorang.

                Perkara mencintai adalah perkara membuat objek yang kita cintai merasa dicintai. Kita lihat kisah nabi Muhammad SAW yang mengajarkan konsep tersebut dalam interaksi-interaksinya dengan orang disekitarnya. Amr bin ash Ketika masuk islam merasa bahwa dia adalah sahabat yang paling dicintai rasullah SAW. Hal itu karena kemampuan public speaking nya yang dikiranya akan sangat bermanfaat bagi dakwah islam kelak. Hingga suatu saat amr bin ash memberanikan diri untuk bertanya “ya rasullah, siapa orang yang paling kamu cintai?”. Rasullah pun tersenyum dan berkata “aisyah”. Amr menjawab “maksudnya yang laki-laki ya rasullah”. Rasullah pun tersenyum kembali dan menjawab abu bakar,” terus siapa lagi? “umar” terus siapa lagi ya rasullah “usman” dan akhirnya amr pun berhenti bertanya dikarenakan takut kalau namanya akan disebut paling akhir. Rasullah SAW menjadikan orang lain merasa dicintai dan merasa bahwa dia adalah orang yang paling special dibandingkan yang lain. Meskipun demikian rasullah tetap menunjukkan integritas dan kejujurannya Ketika ditanya siapa yang paling kamu cintai. Begitulah kiranya mencintai adalah menjadikan objek yang kita cintai merasa menjadi orang yang paling dicintai. Rasullah tidak mendapat apa-apa dari cintanya sahabat, melainkan sahabatlah yang merasa mendapatkan sejuta cinta dari rasullah SAW.

                Allah pun berfirman “dengan mengingat allah, hati menjadi tenang”. Allah tidak mengharap apa-apa dari kita yang selalu mengingatnya. Tapi bagi kita yang mencintainya dan selalu mengingatnya kita diberikan ketenangan hati yang sangat berharga bagi kita. Dalam berinteraksi/bersosial mencintai adalah perkara menjadikan orang yang dicintai merasa dicintai. Artinya, tujuan kita bukan pada diri sendiri, bukan untuk mendapat kepuasan karena telah memiliki, tapi kebermanfaatan apa yang telah kita beri. Mencintai disini dalam konteks yang luas tidak hanya mencintai istri atau suami tapi mencintai saudara sesama muslim, alam dan seluruh makhluk yang ada di bumi. Mungkin dalam matematika mencintai seperti pertidaksamaan. Dimana dalam setiap pertidaksamaan pasti ada sisi yang lebih besar dari pada sisi yang lain. Mencintai bukan seperti persamaan yang selalu menuntut kesempurnaan (sama) antara satu sisi dengan sisi yang lain. Wallahua’alam..

               

                   

Sabtu, 11 Juli 2020

3 Tips menyambut tahun ajaran baru 2020/2021


Tak terasa tahun ajaran baru 2020/2021 akan segera dimulai. Tahun ini akan berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya. Pelaksanaan pembelajaran dengan konsep daring dan ditambah kehadiran  Covid – 19 menjadikan tahun ajaran ini istimewa. Guru dan siswa sebagai pelaku utama dalam pembelajaran daring membutuhkan dukungan dari semua pihak agar ketercapaian tujuan pembelajaran terlaksana. Selain dukungan  perangkat IT, dukungan dapat diberikan dalam bentuk motivasi dan semangat untuk memperkuat mental mereka. Dengan mental yang kuat, harapan dan cita – cita mereka akan dapat bertahan ditengah masalah dan keterbatasan yang melanda.

Dukungan guru berdasi untuk para guru dan siswa dalam menghadapi tahun ajaran baru 2020/2021 dengan mengambil hikmah dari angka nol :

1.   “tahun ajaran baru” artinya 0, 0 itu adalah bilangan yang wujudnya ada tapi nilainya tidak ada. Apabila nol ditambahkan dengan bilangan yang lain tidak akan merubah bilangan tersebut. Begitulah mestinya sikap kita saat menghadapi tahun ajaran baru, pasti banyak kenangan baik atau kenangan buruk yang sudah kita jalani. Jangan sampai kenangan itu menjadi penghambat kita ditahun ajaran yang baru. Posisikan kenangan tersebut menjadi kenangan saja dan jangan sampai terlena dengan kenangan tersebut. Kosongkan semuanya, sambut tahun ajaran baru dengan semangat yang baru dan tenaga yang baru. Sehingga, dengan semangat dan tenaga yang baru kita akan dapat mencapai target – target baru yang lebih baik dari target sebelumnya.

2.   “tahun ajaran baru” artinya lebih baik dari “kemarin”, munculnya angka 0 memudahkan penulisan bilangan yang nilainya besar. Dulu ketika menuliskan 80 dengan angka romawi membutuhkan 4 “digit” symbol (80 = LXXX). Dengan hadirnya 0, menuliskan 80 hanya menggunakan dua digit symbol yaitu 8 dan 0. Dengan hanya menambahkan jumlah anka nol dibelakang delapan, nilainya akan menjadi besar berkali – kali lipat (80 menjadi 800). Saat memasuki tahun ajaran baru kita harus berupaya lebih baik dari tahun sebelumnya. Kalau bisa harus meningkat berkali – kali lipat dari capaian sudah kita laksanakan di tahun sebelumnya.

3. “tahun ajaran baru” artinya kesempatan untuk berubah (hijrah) masih ada, bersyukurlah jika masih punya kesempatan memasuki tahun ajaran baru. Artinya, apabila di tahun ajaran sebelumnya banyak hal negatif yang kita lakukan,tahun ajaran baru memberikan kita kesempatan untuk ber – hijrah dari prilaku negatif berubah menjadi positif. Seperti angka nol yang menjadi penengah antara bilangan negatif dan positif, apabila dari bilangan negatif ingin berpindah ke bilangan positif harus melewati angka nol.

Itulah 3 tips yang diambil dari angka nol untuk para siswa dan guru agar dapat sukses di tahun ajaran 2020/2021. Mengutip kata – kata bang Aad (Master of training Masjid Salman ITB 2019) “jadilah kamu penuntut ilmu bukan pencari ilmu apalagi disuapi ilmu”. Tetap semangat dalam belajar, terus produktif nanti juga akan sukses sendiri. Salam dari guru berdasi...


PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM PRAMUKA: MENGGUNAKAN METODE YANG RELEVAN

Pembelajaran berdiferensiasi adalah strategi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan beragam siswa, dan gerakan pramuka menawarkan berbagai ...